Image and video hosting by TinyPic

Tak Mau Masyarakat Terpecah , Pemerintah Diminta Tindak Penyebar HOAX

Liputan Cerdas :
Pemerintah diminta menindak tegas para penyebar informasi bohong atau hoax. Langkah ini dianggap penting. Terutama pada masa pesta demokrasi di Pilgub DKI putaran II pada 19 April mendatang.

Tuntutan ini dilakukan elemen Mahasiswa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka juga mengajak masyarakat DKI Jakarta menolak hasutan permusuhan melalui pelbagai isu SARA.

"Kami berharap kepada pemerintah untuk melakukan beberapa konten yg menggunakan isu SARA untuk segera ditindak tegas dan di amankan, Karena banyak isu di media sosial yg berunsur SARA dan mengundang ujaran kebencian dalam moment pesta Demokrasi Pilkada DKI Jakarta," kata Andi adha, koordinator aksi PMII dalam keterangannya, Rabu (29 Maret).

Sebagai wujud penolakan terhadap kabar hoax dan SARA, Andi mengaku sudah melakukan aksi menempel stiker kepada setiap mobil. Ini mereka lakukan ketika menggelar aksi di sekitar Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sehingga pihaknya berharap masyarakat sadar pentingnya kebhinekaan.

Menurut dia, penyebaran info hoax paling gencar terjadi di media sosial. Sehingga kondisi ini rawan terjadinya perpecahan maupun hilangnya toleransi antarwarga di ibu kota.

"Kami PMII turun ke jalan ini karena di masyarakat terjadi kesensitifan dengan menggunakan unsur SARA dan segala macam di media sosial yang faktanya tidak benar, sehingga kami mengimbau masyarakat DKI Jakarta untuk tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika agar tidak hilangnya toleransi sesama masyarakat DKI Jakarta dan antar umat beragama," terangnya.

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.