Liputan Cerdas :
Sopir angkot di Depok menilai pemberlakuan Peraturan Wali Kota Depok No 11 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dan Sepeda Motor belum sepenuhnya berpihak pada mereka. Menurut mereka, aturan itu dibuat cuma dibuat demo Rabu kemarin gagal.
"Penyedia jasa angkutan tidak puas dengan perwal tersebut. Perwal hanya meredam emosi kami saja agar tidak demo," kata Salmon Manalu, selaku perwakilan Koperasi Jasa Mandiri Jaya, Kamis (30 Maret).
Dia menilai, mekanisme penertiban terhadap ojek online yang tertuang dalam perwal tidak jelas. Padahal mereka berharap ada aturan jelas yang mengatur tindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan ojek online.
"Perwalnya kurang berkualitas. Kami minta ada perwal yang tegas soal pelanggaran yang dilakukan ojek online," kritiknya.
Dia menambahkan, selama ojek online marak di Depok, pendapatannya langsung menurun drastis hingga 50 persen. Padahal, kata dia, selama ini angkot telah memberikan kontribusi besar pada masyarakat.
"Bisa jadi demo jadi dilakukan kalau perwal tidak berjalan efektif," tegasnya.
Salmon sebenarnya menyadari masyarakat memerlukan transportasi online. Hanya saja, kata dia, mekanismenya jangan mematikan angkutan dalam trayek.
"Bahkan saat ini sebanyak 90 persen perusahaan finance yang tidak mau membiayai angkot lagi," keluhnya.
Sopir angkot di Depok menilai pemberlakuan Peraturan Wali Kota Depok No 11 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dan Sepeda Motor belum sepenuhnya berpihak pada mereka. Menurut mereka, aturan itu dibuat cuma dibuat demo Rabu kemarin gagal.
"Penyedia jasa angkutan tidak puas dengan perwal tersebut. Perwal hanya meredam emosi kami saja agar tidak demo," kata Salmon Manalu, selaku perwakilan Koperasi Jasa Mandiri Jaya, Kamis (30 Maret).
Dia menilai, mekanisme penertiban terhadap ojek online yang tertuang dalam perwal tidak jelas. Padahal mereka berharap ada aturan jelas yang mengatur tindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan ojek online.
"Perwalnya kurang berkualitas. Kami minta ada perwal yang tegas soal pelanggaran yang dilakukan ojek online," kritiknya.
Dia menambahkan, selama ojek online marak di Depok, pendapatannya langsung menurun drastis hingga 50 persen. Padahal, kata dia, selama ini angkot telah memberikan kontribusi besar pada masyarakat.
"Bisa jadi demo jadi dilakukan kalau perwal tidak berjalan efektif," tegasnya.
Salmon sebenarnya menyadari masyarakat memerlukan transportasi online. Hanya saja, kata dia, mekanismenya jangan mematikan angkutan dalam trayek.
"Bahkan saat ini sebanyak 90 persen perusahaan finance yang tidak mau membiayai angkot lagi," keluhnya.

Post a Comment