Liputan Cerdas :
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (30 Maret) siang.
Sejumlah pesawat komersil dilaporkan gagal mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Sebab, jarak pandang di bawah normal.
Keterangan diperoleh, hujan deras mengguyur Balikpapan selama 2 jam mulai pukul 12.00 Wita. Selain hujan deras, angin kencang juga menerjang Balikpapan, sehingga mengganggu jarak pandang. Pesawat dari Tarakan terpaksa harus kembali lantaran jarak pandang landasan di bawah normal.
"Ya, benar. Pesawat dari Tarakan, RTB (Return To Base) ke Tarakan, karena hujan deras dan angin kencang ya," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Rio Hendarto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (30 Maret).
Sedangkan pesawat lainnya terpaksa divert (dialihkan) ke bandara terdekat, yaitu Syamsuddin Noor di Banjarbaru atau Sultan Hasanuddin di Makassar. Dia menerangkan, jarak pandang landasan yang jauh berada di bawah normal, menjadi penyebab pilot mengurungkan pendatan di Balikpapan.
"Ya, sebabnya cuaca tidak memungkinkan, visibility (jarak pandang) dj bawah normal, dan membahayakan," terang Rio.
Sore ini, lanjut Rio, saat dihubungi merdeka.com pukul 15.28 Wita, cuaca di bandara dan sekitarnya, berangsur normal. "Yang bermasalah cuma landing saja di Balikpapan, ada yang divert dan ada RTB. Kalau take off, tidak ada masalah ya," demikian Rio.
Sementara Kepala Stasiun Meteorologi Temindung Sutrisno menjelaskan tingginya curah hujan di Balikpapan. Selain mengganggu aktivitas di bandara, hujan deras yang mengguyur Balikpapan, juga mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan di Balikpapan. Ketinggian air dilaporkan hingga 50 sentimeter.
"Memang benar terjadi curah hujan tinggi. Sekarang musim penghujan dan biasa terjadi menjelang musim pancaroba. Diperkirakan Juni-Juli nanti, masuk musim kemarau di Kalimantan Timur," kata Sutrisno.
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (30 Maret) siang.
Sejumlah pesawat komersil dilaporkan gagal mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Sebab, jarak pandang di bawah normal.
Keterangan diperoleh, hujan deras mengguyur Balikpapan selama 2 jam mulai pukul 12.00 Wita. Selain hujan deras, angin kencang juga menerjang Balikpapan, sehingga mengganggu jarak pandang. Pesawat dari Tarakan terpaksa harus kembali lantaran jarak pandang landasan di bawah normal.
"Ya, benar. Pesawat dari Tarakan, RTB (Return To Base) ke Tarakan, karena hujan deras dan angin kencang ya," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Rio Hendarto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (30 Maret).
Sedangkan pesawat lainnya terpaksa divert (dialihkan) ke bandara terdekat, yaitu Syamsuddin Noor di Banjarbaru atau Sultan Hasanuddin di Makassar. Dia menerangkan, jarak pandang landasan yang jauh berada di bawah normal, menjadi penyebab pilot mengurungkan pendatan di Balikpapan.
"Ya, sebabnya cuaca tidak memungkinkan, visibility (jarak pandang) dj bawah normal, dan membahayakan," terang Rio.
Sore ini, lanjut Rio, saat dihubungi merdeka.com pukul 15.28 Wita, cuaca di bandara dan sekitarnya, berangsur normal. "Yang bermasalah cuma landing saja di Balikpapan, ada yang divert dan ada RTB. Kalau take off, tidak ada masalah ya," demikian Rio.
Sementara Kepala Stasiun Meteorologi Temindung Sutrisno menjelaskan tingginya curah hujan di Balikpapan. Selain mengganggu aktivitas di bandara, hujan deras yang mengguyur Balikpapan, juga mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan di Balikpapan. Ketinggian air dilaporkan hingga 50 sentimeter.
"Memang benar terjadi curah hujan tinggi. Sekarang musim penghujan dan biasa terjadi menjelang musim pancaroba. Diperkirakan Juni-Juli nanti, masuk musim kemarau di Kalimantan Timur," kata Sutrisno.

Post a Comment