Liputan Cerdas :
Entah apa yang ada di pikiran pria ini.
Pagi tadi, saat semua orang sibuk melakukan aktivitasnya, pria yang diketahui Eksan Eko Pratomo memilih mengendarai motor hanya menggunakan celana dalam dan kemeja kotak-kotak.
Tanpa rasa malu, dia berkeliling dan melintas Jl.Ahmad Yani, Surabaya, tepat di dekat bundaran Bulog.
Pemuda berusia 25 tahun itu mengendarai Yamaha Vixion dengan nomor polisi L 6146 NZ, dari arah Sidoarjo ke Surabaya. Tentu saja ulahnya menjadi perhatian pengendara lainnya.
Polisi yang melihat kejadian janggal itu langsung memberhentikan laju motor Eksan.
"Kejadian sebenarnya pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB. Waktu diamankan sempat berontak. Karena tidak mau dibawa ke kantor pos polisi yang ada di bundaran Bulog,"
terang anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, Bripka Yustinus, saat dikonfirmasi, Kamis (30 Maret).
Saat diamankan, Eksan juga tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat kendaraannya. Selain itu, dia juga tak bisa menjawab dengan jelas saat ditanya alamatnya.
"Sekarang ini, masih koordinasi dengan dinas sosial dan liponsos. Apakah orang yang diamankan itu orang gila atau tidak," pungkas dia.
Entah apa yang ada di pikiran pria ini.
Pagi tadi, saat semua orang sibuk melakukan aktivitasnya, pria yang diketahui Eksan Eko Pratomo memilih mengendarai motor hanya menggunakan celana dalam dan kemeja kotak-kotak.
Tanpa rasa malu, dia berkeliling dan melintas Jl.Ahmad Yani, Surabaya, tepat di dekat bundaran Bulog.
Pemuda berusia 25 tahun itu mengendarai Yamaha Vixion dengan nomor polisi L 6146 NZ, dari arah Sidoarjo ke Surabaya. Tentu saja ulahnya menjadi perhatian pengendara lainnya.
Polisi yang melihat kejadian janggal itu langsung memberhentikan laju motor Eksan.
"Kejadian sebenarnya pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB. Waktu diamankan sempat berontak. Karena tidak mau dibawa ke kantor pos polisi yang ada di bundaran Bulog,"
terang anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, Bripka Yustinus, saat dikonfirmasi, Kamis (30 Maret).
Saat diamankan, Eksan juga tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat kendaraannya. Selain itu, dia juga tak bisa menjawab dengan jelas saat ditanya alamatnya.
"Sekarang ini, masih koordinasi dengan dinas sosial dan liponsos. Apakah orang yang diamankan itu orang gila atau tidak," pungkas dia.

Post a Comment