Image and video hosting by TinyPic

*Belajar Agama Bukan Untuk Rusak Perdamaian Apalagi Membunuh*

Liputan Cerdas :
Sel-sel terorisme di tanah air dan kelompok radikal ISIS masih menjadikan Indonesia sebagai salah satu target teror. Untuk itu perlu tameng agar dapat membendung propaganda radikalisme.

Umat Islam dinilai harus memiliki pemahaman agama agar tak terpengaruh ideologi radikal. Penguatan ideologi bangsa yaitu Pancasila semakin memperkuat agar warga tidak tersentuh oleh paham-paham negatif.

"Belajar agama harus sampai ke intinya dan jangan cuma sampai kulitnya. Karena kalau orang belajar sampai keintinya, tentu dia tidak akan melukai, menyalahkan, apalagi menyesatkan orang lain," ujar Ketua Dewan Pakar Badan Pembina Rohani Mental Islam Nasional, Ridwan Muhammad Yusuf dalam keterangan tertulis, Jumat (28 April).

Untuk memperjelas pemahaman itu, Ridwan memberi contoh filosofi kelapa, di mana sejak berupa kelapa sampai menjadi santan butuh proses dan pendalaman di tiap levelnya.
Dari contoh itu, menurutnya, orang bisa mengukur tingkat atau level keagamaan mereka.

"Maka sudah semestinya orang Islam berkonsentrasi pendalaman aqidahnya atau pendalaman materi tentang hakikat hidup dan tentang Islam. Ketika orang menemukan agama hanya di permukaan saja, maka disitulah akan muncul iblis yang akan mengajak berperang satu sama lain," jelasnya.

Untuk itu, Ridwan telah membuat program 'ulama bersatu nasional' untuk membahas kembali tentang agama yang diajarkan itu lebih lembut. "Kita belajar agama untuk menemukan nikmat dan lembutnya agama itu. Bukan untuk merusak perdamaian, apalagi membunuh sesama manusia," tegasnya.

Dia menegaskan bahwa hidup itu intinya cuma satu yaitu bisa atau tidak menanamkan cinta di hati orang lain dan tidak melukai serta menyakiti siapapun. "Kalau cinta sudah di dada, rahmatan lil alamin juga pasti tembus di dada. Kalau dia bekerja, maka ia akan menjadi profesional dan tidak memandang siapapun yang dia kenal," tandasnya.

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.