Image and video hosting by TinyPic

7 Perempuan di Cilacap Positif HIV , 5 di Antaranya Baru Melahirkan

Liputan Cerdas :
Sejak awal 2017 ini, tercatat 47 orang di Kabupaten Cilacap dinyatakan positif terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV). 20 persen di antaranya, atau tujuh orang merupakan ibu hamil.

Mereka baru diketahui mengidap HIV ketika dilakukan tes kesehatan oleh Dinas Kesehatan. Dari ketujuh ibu hamil tersebut, hingga akhir April ini, lima di antarannya telah melahirkan.

Tindakan medis khusus dilakukan saat proses persalinan, untuk meminimalisir penularan HIV/AIDS.

Direktur Voluntary Conseling Test (VCT) RSUD Cilacap, Rubino mengatakan tujuh ibu hamil tersebut, dari konseling, diketahui tertular HIV melalui hubungan seksual. Dari pemeriksaan medis kepada pasangan suami istri, ditemukan fakta, beberapa suami mereka positif HIV sedang lainnya negatif.

"Untuk lima bayi yang dilahirkan dari ibu positif HIV, saat ini masih dalam pantauan," kata Rubino saat dihubungi, Jumat (28 April).

Bayi yang baru dilahirkan tersebut, belum dites apakah negatif atau positif. Dijelaskan Rubino, Bayi akan dites setelah umur 1,5 tahun atau 18 bulan dengan rapid test.

Sebetulnya bayi bisa dites dengan tes viralod. Tapi masih terkendala dengan biaya yang amat tinggi.

"Alat tersebut, di Jawa Tengah hanya ada di RSUD Karyadi, Semarang," lanjutnya.

Rubino mengatakan di Cilacap, penyebaran HIV/AIDS bisa dikatakan darurat. Pasalnya, secara keseluruhan di Cilacap ada sekira 900-an orang yang positif mengidap HIV/AIDS. Namun belum seluruh data masuk ke Dinas Kesehatan Cilacap.

"Data biasanya ditabulasi pada pertengahan semester", terang Rubino.

Persebaran penderita HIV/AIDS di Cilacap pun hampir merata, mulai dari perkotaan hingga pedesaan juga berbagai profesi. Ironisnya pula, mayoritas penderita dalam usia produktif.

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.