Bola Cerdas – Juventus mampu memenangi duel leg pertama semifinal Liga Champions melawan AS Monaco. Bermain di Stadion Stade Louis II, Kamis 4 Mei 2017 dini hari WIB, Si Nyonya Tua menang meyakinkan dengan skor 2-0.
Kedua gol tersebut diborong Gonzalo Higuain pada menit ke-29 dan 59. Dan hasil tersebut membuat satu kaki Juventus sudah berada di babak final, mengingat di leg kedua mereka akan bermain di kandang sendiri.
"Saya senang, karena ini adalah pertandingan penting. Kami membawa kemenangan yang penting. Sekarang kami akan fokus ke Serie A, dan secepatnya meraih gelar Scudetto," kata Higuain dikutip dari Football-Italia.
Di klasemen sementara Serie A, Juventus yang ditukangi Massimiliano Allegri bertengger di puncak. Mereka telah mengumpulkan 84 poin hasil dari 34 pertandingan yang dilalui. Sedangkan pesaing terdekat, AS Roma cuma memiliki 75 poin.
Jika meniliki peluang, gelar juara Serie A sudah tidak mungkin lagi lepas dari genggaman Juventus. Gianluigi Buffon dan kawan-kawan hanya perlu satu kemenangan saat menjamu Torino di Juventus Stadium pada akhir pekan nanti.
Dan peluang Juventus merengkuh gelar juara juga terbuka di ajang Coppa Italia. Mereka akan berhadapan dengan Lazio di partai puncak. Di atas kertas, skuat asuhan Allegri lebih diunggulkan mengingat materi pemain mereka lebih baik.
Meski begitu, bek Juventus, Dani Alves tak ingin sesumbar. Pemain asal Brasil tersebut mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tetap menjaga fokus. Saat ini, peluang memang terbuka, namun kelengahan akan menjadi sebuah harga yang wajib dibayar mahal.
"Kami belum selesai melakukan apapun, tapi kami dekat untuk memenangkan semua kompetisi. Kami bisa menulis sejarah indah karena saya datang ke sini untuk melakukannya," tegasnya.
Dejavu Final Liga Champions Selain Juventus, tim lain yang juga berpeluang besar lolos ke final Liga Champions adalah Real Madrid. Skuat asuhan Zinedine Zidane memenangi duel leg pertama semifinal melawan Atletico Madrid dengan skor telak 3-0.
Cristiano Ronaldo menjadi pemborong gol klub berjuluk Los Blancos tersebut ke gawang Atletico. Dan secara psikologis masa lalu, Madrid punya bekal positif untuk mengalahkan Juventus di partai puncak nanti.
Pada Liga Champions musim 1997/1998, kedua tim juga bentrok di final. Saat itu, Los Blancos menang tipis dengan skor 1-0 berkat gol Predrag Mijatovic. Sang legenda pun angkat bicara mengenai peluang siapa yang bakal menjadi juara di musim ini.
"Pertahanan mereka bagus, dan mereka memiliki pemain dengan kualitas mumpuni di lini depan. Juventus dan Madrid dipastikan bermain baik di pertandingan nanti," tutur Mijatovic.
"Tetapi, Juventus adalah tim pecundang di final Liga Champions, dan setiap kali berhadapan, Los Blancos yang keluar sebagai pemenang," imbuhnya.
Yang menarik lagi, ketika itu lawan Juventus di semifinal adalah Monaco. Si Nyonya Tua memenangkan pertarungan dengan keunggulan agregat 6-4. Rekam pertandingan ini bisa menjadi beban tersendiri bagi mereka kelak jika bentrok dengan Madrid.
Namun, tekad besar tetap dipancang oleh para pemain Juventus. Giorgio Chiellini dengan rasa optimistis besar yakin mereka akan bermain di Cardiff City Stadium dan menunjukkan performa terbaik guna mewujudkan mimpi menjadi juara Liga Champions.
"Kami tahu bahwa kami akan lebih baik menuju Cardiff. Kami bermain fantastis hari ini. Kami bekerja sama dengan baik. Ketika tidak menguasai bola, kami bekerja sama dengan apik," tutur Chiellini.
Tekad Monaco Bisa Jadi Penghalang Menelan kekalahan di kandang sendiri tak lantas membuat Monaco menjadi tidak percaya diri ketika melakoni leg kedua nanti. SKuat asuhan Leonardo Jardim bertekad untuk memberi perlawanan hingga titik penghabisan kepada Si Nyonya Tua.
Misi mereka memang terbilang berat, sebab harus menang dengan keunggulan tiga gol atas Juventus yang memiliki barisan pertahanan kuat. Walau begitu, gelandang Moncao, Bernardo Silva masih menyimpan harapan bisa membuat kejutan.
"Tidaklah mudah menemukan celah melawan salah satu tim terbaik di Eropa. Akan sangat sulit sekarang, tapi tak ada yang mustahil," harap Bernardo, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.
Di sisi lain, meski mampu menang dengan skor meyakinkan, Allegri mengaku masih ada yang membuatnya kecewa. Terutama permainan yang ditunjukan oleh gelandang Juventus, Miralem Pjanic pada pertandingan leg pertama.
Menurut Allegri, gelandang berusia 27 tahun tersebut masih belum memberikan potensi terbaiknya karena masalah mental. Padahal menurutnya, Pjanic memiliki potensi untuk menjadi gelandang terbaik di dunia.
"Saya sangat marah kepada Pjanic karena dia seharusnya bisa menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Tapi dalam beberapa kesempatan, setelah dia salah mengirim umpan, dia bersikap seperti dunia telah berakhir," ujarnya.
Menarik menunggu drama Liga Champions musim ini. Terlebih lagi, suporter Juventus menaruh harapan besar kepada para pemain agar mampu membuat mimpi-mimpi mereka menjadi nyata.